6.06.2011

Setelah oversize dan ganti seker dan ring seker motor masih berasap


Dilihat dari gejala diatas, ada 2 analisa penyebab kerusakan yang bisa dicermati:
1. Kesalahan prosedur pemasangan
2. Kesalahan pengerjaan tukang bubut.
Namun demikian semua itu harus dibuktikan dan dicek dengan prosedur yang benar terlebih dahulu. Kejadian diatas sebenarnya bisa diantisipasi dengan baik bila sudah tahu ilmunya. Hampir mayoritas terjadi karena kesalahan prosedur pengerjaan. Berikut ini akan saya beri tip-tip untuk mengatasi masalah tersebut:

keterangan gambar: dari kiri ke kanan berurutan gambar 1,2 dan 3. Gambar 1 (nok ada di blok silinder dan kepala silinder), gambar 2 (bagian belakang seker dilumuri oli). Gambar 3 (pastikan bagian ruang seker atas tidak ada oli yang mrembes)
1. Pastikan nok sambungan antar blog masih ada dan terpasang dengan baik (gambar 1). Karena nok yang sudah dalam kondisi rusak atau tidak komplit akan menyebabkan blok kepala silinder atau blok silindernya mudah bergoyang dan tidak presisi sehingga akan menyebabkan gesekan seker dan ring seker tidak presisi dan jadi penyebab berasap.
2. Pemasangan ring seker jarak antar gap 120° (versi pabrikan) atau dirakit model versi mekanik umum dengan jarak 180° antar gap ring seker. Keduanya sudah saya coba dan keduanya bisa diterapkan semua.
3. Sebelum dihidupkan terlebih dahulu dicek dalam dengan tahap berikut :
• Bagian belakang seker dilumuri oli terlebih dahulu, untuk mengecek oli bocor ke seker bagian depan atau tidak (gambar 2).
• Tahap berikutnya setelah ring seker dirakit dan dimasukkan silinder blok dibaut atau ditahan dan diputar dengan memutar baut magnet (gambar 3). Kemudian pastikan kondisi ruang seker tidak boleh ada oli sedikitpun, bila kondisi ruang seker tidak ada oli sedikitpun yang lewat, sudah bisa dipastikan ketika dirakit dan dikompliti semua, motor tidak akan berasap, kecuali dari sumber lain selain tempat tadi.
4. Apabila dengan tahap diatas yang sudah sesuai prosedur ternyata ada oli mrembes keruang seker, berarti ada kemungkinan kesalahan pas pengerjaan oleh tukang bubutnya. Dan kondisi seker belum rusak karena mesin belum dihidupkan. Paling kita diganti dengan dioversize lagi tanpa bea.
BY : KYOEN

0 komentar:

Poskan Komentar