2.05.2010

STROKE

Dua Cara Ditawarkan!!!!

maap sebelumnya kalo mungkin dasar dari ulasan yang akan saya keluarkan ini pernah dikeluarkan, tetapi mungkin ini adalah kupasan yang agak mendalam mengenai mesin yang bila dilihat dari beberapa aspek tergolong sudah termasuk extreem di mesin (terlepas dari pemasangan komponen racing) ...

oleh karena itu, mohon dimengerti terlebih dahulu, dan serahkan kepada yang memang ahlinya, sebelum memutuskan untuk melakukannya....

Bikin lari motor makin ngibrit, bisa ditempuh lewat bore up! Begitunya, kapasitas mesin jadi lebih besar. Dan daya alias power pun makin bertambah! Tapi, kalau diameter crankcase sudah tak memungkinkan buat pakai piston lebih besar, satu jalan lagi bisa ditempuh! Yaitu, naikin stroke alias langkah piston alias stroke-up.

Naik stroke bisa ditempuh lewat berbagai macam cara. Mulai dari ganti kruk-as aftermarket hingga pakai pen stroke segala,” bilang Cokky, owner JP Racing di Jl. Cendrawasih, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.

Nah, yang disebut tadi pastinya ada kelebihan di setiap cara yang ditawarkan. Artinya, metode kruk-as dan pen stroke bisa diandalkan. Tapi sebelum pilih salah satu dari dua cara ini, pastikan dulu mau yang mana! Pastinya, sesuaikan dengan spek dan kebutuhan!

Pilih mana?


KRUK-AS LEBIH JAUH

Menurut Cokky lagi, lagi dan lagi, metode kruk-as diaplikasi buat yang ingin menaikan power dan torsi secara ekstrem. Itu karena pakai kruk-as, langkah atau kenaikan kruk-as bisa lebih ekstrem juga.

“Pakai metode kruk-as aftermarket, stroke bisa naik hingga berbagai ukuran. Tapi yang jelas, lebih dari 10 mm setelah dikalikan dua,” bilang pria yang menerapkan hal ini di Yamaha Mio spek drag miliknya.

Yup! Yang sekarang ada di pasaran, kruk-as yang menawarkan naik stroke mulai dari 10 mm hingga 17 mm. Tapi sayangnya, kruk-as ini baru tersedia buat Yamaha Mio doang lho. Lanjut lagi!

Penasarankan kenapa pakai kruk-as bisa lebih panjang dan ekstrem? Itu karena pen kruk-as bawah atau beken disebut big end, biasanya memakai ukuran lebih kecil. Begitunya, posisi pen bisa digeser lebih jauh ketimbang pakai pen biasa.

Malah naik stroke bisa lebih ekstrem lagi ketika memakai setang piston milik Suzuki TS. Karena big end lebih kecil, maka stroke bisa lebih digeser lagi. “Ya, bisa dari 20 mm hingga 35 mm,” ungkap Cokky lagi, eh lagi.

“Tapi nggak semata kruk-as ini selalu punya kelebihan,” jujur Cokky yang juga menjual produk ini. Karena big end lebih kecil, pastinya ada kemungkinan kruk-as mudah melintir. Ya, selama perlakuannya salah. Misal, dari cara geber mesin yang tidak sesuai karakter.

Maka itu Cokky malah menyarankan untuk metode ganti kruk-as ini, baiknya digunakan untuk kepentingan racing. Misal, buat balap. Begitunya, penggunaan harian cukup merujuk ke aplikasi pen stroke. Karena kruk-as ini sendiri punya harga lumayan mahal lho. Ya, mulai dari Rp 2–4 juta. Tapi buat dongkrak power yang ekstrem, ya bisa diandalkan dong!


BISA BUAT KOHAR

Buat yang masih tetap pakai besutan untuk harian, langkah ini bisa ditempuh! Ya, pakai metode pen stroke untuk menaikan langkah. Misal, di Yamaha Mio. Pen yang diaplikasi bisa mulai dari ukuran 2–5 mm.

Begitunya, kemampuan motor pun bisa ditingkatkan sesuai kehendak sendiri. Yang jelas, makin panjang stroke, makin naik besar kapasitas mesin. Enaknya lagi pakai pen piston, gak perlu khawatir kruk-as melintir.

“Malah semua konsumen saya banyak yang aplikasi pen stroke 5 mm. Dan, penggunaannya pun dipakai buat harian, balap sampai turing,” kata Cecep dari Cep’s Motor di Jl. Jamika, No. 134, Kopo, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Cokky lagi, Itu karena pen stroke tidak merubah diameter big end. Artinya, diameter pen yang digunakan tetap aplikasi ukuran standar pen terdahulu. Selain panjang enggak ekstrem, kekuatan big end menopang setang piston juga masih dalam taraf wajar.

Bicara harga nih, pen piston ini dijual jauh lebih murah ketimbang kruk-as aftermarket. Ya, di pasaran dijual mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribuan. Langkah aplikasi pen piston sama dengan adopsi kruk-as aftermarket. Ya, butuh pembesaran di mulut atau bibir crankcase tempat blok silinder bernaung.

Tapi agar lebih kuat lagi, big end biasanya dilas lagi. Dengan begitu, kekuatannya pun makin tak perlu diragukan lagi! “Tapi kalau saya, enggak perlu dilas lagi. Yang penting setelah pasang pen, kruk-as dibalance lagi,” kata Cecep.

Maksudnya dibalance ini, agar ketika kruk-as memutar tetap sesuai porsi. Begitunya, power dan torsi tetap tersalur sempurna ke ruang bakar. Begitu juga dengan pengapian yang ada. Oleh Cecep, timing pengapian pun dibuat lebih maju lagi.



1 komentar:

Adam Rifqi mengatakan...

Bang jupiter mx seher bore up62mm pakek pen stuke4mm itu pnp apa kayak yg abang jelasin harus perbesarin crankcase dan apa pakek stang seher standart nya

Mohon pencerahannya kang
#matur nuwun

Poskan Komentar