3.12.2010

Suzuki Raider 2004 (Jakarta)

Berakhir Tanpa Lawan
2010-03-02 21:25:38

4015hal08_raider1.jpgJudul di atas memang miris. Padahal, Suzuki Raider 2004 geberan Asep ‘RMC’ Sujana pernah jaya di seputaran Jakarta pada 2005~2006. Cuma karena nggak ada lawan, sekarang malah jadi pajangan bengkel.

Mekaniknya Teguh Wiyono, di tangan pria berbadan tambun, motor built-up itu diubah buas melahap trek 800 meter lebih. Mekanik VI-Teg di Jl. Taman Malaka Selatan, 4016hal08_raider2.jpgK16/1, Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu bilang, katanya spek mesin nggak beda jauh dengan Satria F-150. Makanya komponen kanibal masih bisa dan banyak dicari.

"Jarak 800 meter, patokan rasio kompresi nggak terlalu tinggi. Begitu juga gir rasio. Biasanya pakai perbandingan gir berat buat kejar rpm atas,” ujar Teguh yang katanya tak pernah ukur berapa pastinya perbandingan kompresi.

4017hal08_raider3.jpgTapi sebagai patokan, kompresi ruang bakar didapat dari pemakain piston motor sport Suzuki 250cc yang berdiameter 74 mm. Kemudian stroke naik jadi 62 mm dan kruk-as Tiger diisi setang piston punya trail KTM250. Maka dihitung pakai rumus volume silinder, kapasitasnya jadi 273cc.

Ubahan ini memaksa boring diganti lebih besar juga panjang. Bahkan pen setang piston KTM terpaksa dibuat bos kanan-kiri agar pas di lubang pen piston punya Suzuki. Silinder blok bagian bawah pun terpaksa diganjal paking almu setebal 13 mm.

“Agar kompresi aman, kepala piston yang agak dome dipapas rata. Bahkan kubah diatur ulang agak cekung juga dibuat nut 0,3 mm pada bibir kubah. Sehingga di rpm tinggi enggak takut mentok," urai Teguh menjelaskan.
4018hal08_raider4.jpg
Diakui Teguh, kalau seputar head bukan hasil racikannya. Terutama durasi kem dan sudut klep. Semua komponen itu dari Thailand. Sedang di Indonesia tinggal atur ulang kompresi lewat ubahan seperti di atas.

Mengimbangi kemauan ruang bakar yang sudah diubah sedemikian rupa, debit gas bakar diatur karburator Keihin 34 mm dengan setingan spuyer 65/132.

Makin sip, transfer tenaga diatur gir rasio yang close. Kata Teguh sih, gir rasio bikinan Royo Bandung itu, kabarnya hanya menaik-turunkan jumlah mata driven gir. Seperti gigi 1 dari 33 jadi 31, 3 (24 jadi 25) dan 6 (26 jadi 25). “Sementara kalau gigi 2, 4 dan 5 masih tetap pakai ukuran standar. Miris!

0 komentar:

Poskan Komentar